“Kondisi ini membuat kita terusik. Bahkan, di tengah kesulitan masyarakat di daerah-daerah rawan karhutla, kita mendengar berita adanya operasi tangkap tangan KPK di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini mengusik rasa kemanusiaan kita,” ujar Raja saat membuka diskusi.
Diskusi tersebut dihadiri Hendry Ch Bangun, mantan Ketua Dewan Pers periode 2019–2022, sejumlah pengurus FWK, serta para pemimpin redaksi media massa. Peserta lainnya mengikuti diskusi secara daring, di antaranya M. Harris Sadikin dari Palangka Raya, Zainal Helmie dari Banjarmasin, Endro S. Effendi dari Samarinda, IGMG Dwikora dari Bali, dan Suroso Miswan dari Papua Tengah.
FWK Soroti Persepsi Kalimantan Selatan Kurang Diprioritaskan
Tokoh pers Kalimantan Selatan sekaligus Koordinator Daerah FWK Kalsel, Zainal Helmie, menyampaikan bahwa karhutla berkepanjangan telah mengganggu berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Menurut Helmie, dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, transportasi, dan perekonomian warga. Ia menyebut sejumlah sekolah telah meliburkan kegiatan belajar tatap muka dan mengalihkan pembelajaran ke rumah. Sementara itu, aktivitas penerbangan disebut turut menghadapi gangguan.
Komentar