Harris menyebut gangguan penerbangan telah menyulitkan mobilitas masyarakat. Ia menyampaikan bahwa dalam periode yang hampir sebulan, penerbangan dari Palangka Raya disebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Selain transportasi, aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut terdampak. Menurut Harris, penurunan omzet berpotensi menekan kemampuan pelaku usaha memenuhi kewajiban kredit dan memperlambat perputaran ekonomi daerah.
“Hingga kini, hampir dua bulan anak-anak tidak masuk sekolah. Semua anak belajar dari rumah,” tambah Harris.
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada persoalan lingkungan, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan pendidikan dan penghidupan masyarakat.
Dampak Karhutla Meluas hingga Kalimantan Timur dan Papua Tengah
Koordinator Daerah FWK Kalimantan Timur, Endro S. Effendi, turut menyampaikan bahwa masyarakat merasakan dampak serius akibat kondisi karhutla.
Sementara itu, Koordinator Daerah FWK Papua Tengah, Suroso Miswan, menyoroti persoalan karhutla dan kemarau panjang yang dinilai semakin menyulitkan kehidupan masyarakat.
Komentar