Menurut Rury, peningkatan tersebut mencerminkan perubahan pendekatan perusahaan dalam mengembangkan bisnis ekspor. PTPN IV PalmCo berupaya membangun hubungan langsung dengan pembeli, perusahaan pemurnian minyak sawit (*refiners*), pedagang komoditas (*traders*), hingga pengguna akhir (*end-users*) di berbagai negara.
Strategi tersebut dijalankan dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan prioritas pemenuhan pasokan domestik.
Target peningkatan ekspor ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar perusahaan sekaligus memperkuat peran produk perkebunan Indonesia dalam rantai perdagangan internasional.
Hadapi Tantangan EUDR dengan Ketertelusuran dan Sertifikasi
Penerapan EUDR menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri sawit yang memasok pasar Uni Eropa. Regulasi tersebut mengatur persyaratan terkait komoditas yang bebas deforestasi serta kewajiban uji tuntas bagi pelaku usaha yang tercakup di dalamnya.
Dalam konteks tersebut, ketertelusuran asal produk dan kepatuhan terhadap ketentuan keberlanjutan menjadi aspek penting untuk menjaga akses pasar.
Komentar