Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid, menyampaikan bahwa Indonesia perlu terus mengidentifikasi peluang pasar alternatif sekaligus memperkuat penetrasi ke negara-negara yang memiliki potensi permintaan.
Ia merujuk pada data *International Trade Centre* (ITC) melalui *Export Potential Map* yang menunjukkan adanya peluang pengembangan ekspor kelapa sawit Indonesia.
“Berdasarkan data ITC Export Potential Map, kelapa sawit kita memiliki potensi yang sangat besar untuk diekspansi. Selain memperkuat pasar yang sudah established melalui pendekatan G-to-G seperti di Tiongkok dan India, kita melihat peluang luar biasa di Pakistan dan Filipina,” ungkap Miftah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan mitra internasional.
Diversifikasi pasar menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk membuka peluang pertumbuhan ekspor, dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, persyaratan perdagangan, serta daya saing masing-masing komoditas.
Program Desa Bisa Ekspor Dorong Potensi Komoditas Daerah
Komentar