Rury menyampaikan bahwa PTPN IV PalmCo memiliki karakteristik perkebunan dengan sejarah pengelolaan yang telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda. Ia menilai faktor historis tersebut menjadi bagian dari penjelasan perusahaan mengenai kondisi lahan perkebunannya.
“Kebun kami adalah peninggalan Belanda. Jadi bisa dipastikan tidak ada aktivitas deforestasi baru, tidak ada okupasi lahan dari masyarakat, dan tidak ada pengambilan lahan dari hutan,” tegas Rury.
Perusahaan juga mengandalkan sertifikasi keberlanjutan, di antaranya *Indonesian Sustainable Palm Oil* (ISPO) dan *Roundtable on Sustainable Palm Oil* (RSPO), sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan ketertelusuran produk.
Meski demikian, pemenuhan persyaratan pasar ekspor tetap perlu didukung dokumentasi dan verifikasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara tujuan.
Kemendag Dorong Perluasan Pasar Sawit Indonesia
Kerja sama PTPN IV PalmCo dan Kemendag dirancang mencakup pengembangan ekspor dari sektor hulu hingga hilir. Kolaborasi tersebut meliputi lima komoditas perkebunan utama, yakni kelapa sawit, karet, kopi, teh, dan gambir.
Komentar