Pembentukan anak usaha menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan untuk mendukung pengelolaan layanan tersebut agar lebih efisien dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Menurut Pramono, pengembangan angkutan perairan dapat membantu pemerataan akses pelayanan publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu.
Rencana tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna Transjakarta.
Hingga triwulan III 2026, jumlah penumpang Transjakarta telah mencapai 329,2 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 438,5 juta penumpang hingga akhir 2026.
Selain memperkuat layanan di wilayah Jakarta, Pemprov DKI terus mengembangkan layanan Transjabodetabek untuk mendukung mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi.
Pramono menilai mobilitas warga tidak dapat dibatasi oleh batas administratif daerah.
“Pergerakan pada wilayah aglomerasi tidak dapat dibatasi ruang wilayah administratif. Karena itu, layanan Transjabodetabek merupakan bagian dari kampanye pengurangan penggunaan kendaraan pribadi guna meningkatkan kualitas kinerja jalan di Jakarta,” tuturnya.
Komentar