Seputar Publik / Berita

Bicara di PBB, Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dan Dorong Solusi Politik Berkelanjutan

Petisioner Indonesia di Komite 4 PBB memaparkan pembangunan Laayoune dan Dakhla, infrastruktur strategis, energi terbarukan, serta pandangannya terhadap perkembangan proses politik Sahara Barat.
Direktur Geopolitik GREAT Institute dan dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, menyampaikan pandangan mengenai pembangunan dan perkembangan politik Sahara Barat dalam forum Komite 4 PBB. Direktur Geopolitik GREAT Institute dan dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, menyampaikan pandangan mengenai pembangunan dan perkembangan politik Sahara Barat dalam forum Komite 4 PBB.

Pembangunan dan Partisipasi Politik

Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Teguh dalam pemaparannya turut menyoroti perkembangan sosial dan politik di wilayah yang oleh Maroko disebut sebagai Provinsi Selatan.

Ia menyebut tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu 23 September lalu berada pada kisaran 60 hingga 80 persen di sejumlah wilayah tersebut.

Menurut Teguh, angka tersebut menjadi salah satu indikator yang menurutnya perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan partisipasi politik masyarakat.

Dalam perkembangan politik Maroko secara nasional, Fatima Ezzahra El Mansouri ditunjuk Raja Mohammed VI sebagai Kepala Pemerintahan pada 29 September 2026 dan menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut dalam sejarah Maroko.

Soroti Dukungan Internasional dan Perkembangan Diplomatik

Teguh juga menyinggung perkembangan dukungan internasional terhadap posisi Maroko dalam isu Sahara.

Ia menyebut pembukaan sejumlah konsulat jenderal asing di Laayoune dan Dakhla serta dukungan dari sejumlah negara sebagai bagian dari perkembangan diplomatik yang perlu diperhatikan.

Tulis Komentar

Komentar