Seputar Publik / Berita

Universitas YARSI Latih Peternak Bandung Olah Limbah Jerami Jadi Pakan Ternak, Dorong Peternakan Berkelanjutan

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, Universitas YARSI memperkenalkan teknologi fermentasi silase untuk mengoptimalkan limbah pertanian dan mendukung ketersediaan pakan ternak.
Universitas YARSI memberikan pelatihan pengolahan limbah jerami padi menjadi silase kepada Kelompok Ternak Mandala Mukti I di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, sebagai upaya mendukung ketersediaan pakan dan peternakan berkelanjutan. Universitas YARSI memberikan pelatihan pengolahan limbah jerami padi menjadi silase kepada Kelompok Ternak Mandala Mukti I di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, sebagai upaya mendukung ketersediaan pakan dan peternakan berkelanjutan.

Ketua Tim PKM Universitas YARSI, Harry Budiantoro, S.E., Ak., M.Ak., CA., QWP., memimpin kegiatan bersama anggota tim, Prof. Dr. Perdana Wahyu Santosa, M.M., CRP., CSA. Program ini turut melibatkan 12 mahasiswa lintas program studi dan dua tenaga kependidikan Universitas YARSI.

Jerami Padi Berpotensi Menjadi Pakan Alternatif

Selama ini, jerami padi masih kerap diperlakukan sebagai limbah setelah musim panen. Sebagian jerami dibiarkan menumpuk, sementara sebagian lainnya dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, jerami dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak. Salah satu metode yang diperkenalkan Universitas YARSI adalah pembuatan silase, yakni teknik pengawetan bahan pakan melalui proses fermentasi dalam kondisi minim oksigen atau anaerob.

Teknologi ini diharapkan membantu peternak memanfaatkan ketersediaan jerami sebagai sumber pakan alternatif, terutama ketika pasokan hijauan segar terbatas.

Selain memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar desa, metode pembuatan silase diperkenalkan sebagai alternatif yang dapat diterapkan peternak rakyat dengan peralatan yang relatif sederhana, sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Tulis Komentar

Komentar