“Sinergi di tingkat akar rumput menjadi pijakan dalam menemukenali masalah, membangun semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan kreativitas warga dalam melahirkan inovasi atas tantangan perkotaan. Ini adalah modal sosial yang menjadi fondasi utama bagi ketahanan serta keberlanjutan kota,” tuturnya.
Penjurian final melibatkan empat orang juri, yakni Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia Endra S. Atmawidjaja, Dewan Pembina Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Wicaksono Sarosa, serta pengamat tata kota Yayat Supriyatna.
Keterlibatan para ahli tersebut diharapkan dapat mendukung penilaian yang komprehensif dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, tata kota, pembangunan, dan kualitas hidup masyarakat.
Perkuat Peran Kelurahan Menuju Jakarta Kota Global
Sigit menuturkan, penguatan peran kelurahan merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi Jakarta menjadi pusat perekonomian nasional sekaligus kota global.
Komentar