Seputarpublik.com || JAKARTA, — Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, berhasil masuk dalam 10 besar finalis Benyamin S Award 2026, ajang penghargaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong peningkatan kinerja pemerintahan kelurahan, inovasi wilayah, dan kualitas pelayanan publik.
Sukabumi Utara menjadi salah satu dari 10 kelurahan yang mengikuti penjurian final pada Kamis (15/10/2026). Para finalis ditantang menampilkan inovasi, program unggulan, serta kemampuan menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Benyamin S Award menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja, capaian, dan kerja keras para lurah dalam membangun wilayah masing-masing.
“Benyamin S Award merupakan bentuk penghargaan atas kinerja, capaian, serta kerja keras para lurah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan untuk menjadikan wilayah Jakarta semakin Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera,” ujar Sigit.
52 Lurah Ikuti Seleksi, 10 Kelurahan Lolos ke Final

Seleksi Benyamin S Award 2026 diikuti 52 lurah dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta. Proses penjaringan dimulai pada September 2026, kemudian mengerucut menjadi 25 peserta sebelum akhirnya menetapkan 10 finalis.
Kesepuluh finalis tersebut berasal dari Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.
Para finalis dinilai berdasarkan empat kategori utama, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Keempat kategori tersebut mencerminkan upaya membangun wilayah yang tertata, aman, memiliki lingkungan berkualitas, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kategori Bersih mencakup inovasi pengelolaan sampah, sanitasi, dan kampanye kesadaran lingkungan. Kategori Nyaman menitikberatkan pada keamanan, keteraturan wilayah, respons pelayanan publik, serta penyediaan ruang yang ramah bagi masyarakat.
Sementara itu, kategori Indah berfokus pada penataan ruang publik dan estetika lingkungan. Adapun kategori Sejahtera mencakup pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan sosial, inklusi sosial, serta partisipasi warga dalam pembangunan wilayah.
Festival Kelurahan Jadi Ajang Unjuk Inovasi
Dalam penilaian final, para peserta juga ditantang menyelenggarakan Festival Kelurahan sebagai ruang untuk memperlihatkan potensi wilayah, inovasi, program unggulan, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, setiap kelurahan mendapat kesempatan untuk menunjukkan bagaimana program pemerintah dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan inisiatif warga.
Menurut Sigit, keterlibatan masyarakat merupakan faktor penting dalam membangun tata kelola wilayah yang mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan.
“Sinergi di tingkat akar rumput menjadi pijakan dalam menemukenali masalah, membangun semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan kreativitas warga dalam melahirkan inovasi atas tantangan perkotaan. Ini adalah modal sosial yang menjadi fondasi utama bagi ketahanan serta keberlanjutan kota,” tuturnya.
Penjurian final melibatkan empat orang juri, yakni Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia Endra S. Atmawidjaja, Dewan Pembina Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Wicaksono Sarosa, serta pengamat tata kota Yayat Supriyatna.
Keterlibatan para ahli tersebut diharapkan dapat mendukung penilaian yang komprehensif dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, tata kota, pembangunan, dan kualitas hidup masyarakat.
Perkuat Peran Kelurahan Menuju Jakarta Kota Global
Sigit menuturkan, penguatan peran kelurahan merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi Jakarta menjadi pusat perekonomian nasional sekaligus kota global.
Upaya tersebut membutuhkan koordinasi ant perangkat daerah, kolaborasi dengan masyarakat, serta inovasi yang mampu menjawab tantangan perkotaan tanpa menghilangkan karakter budaya lokal.
Sebagai garda terdepan pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan warga, kelurahan memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program pembangunan, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Nama Benyamin S Award diambil dari almarhum Benyamin Sueb, seniman dan budayawan Betawi yang dikenal luas melalui karya-karyanya. Penggunaan nama tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas dan karakter budaya Jakarta di tengah perkembangan kota.
Rangkaian Benyamin S Award 2026 dijadwalkan berlanjut dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang pada 30 Oktober 2026.
Sigit berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para lurah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, ajang Benyamin S Award dapat menjadi ruang belajar kolektif dalam memperkuat tata kelola wilayah, menumbuhkan kepemimpinan yang melayani, dan menghidupkan budaya kolaborasi yang menjadi ciri khas warga Jakarta,” pungkasnya.
Masuknya Sukabumi Utara dalam jajaran 10 finalis menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi dan potensi wilayah sekaligus menunjukkan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hasil akhir penghargaan masih menunggu pengumuman pemenang yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.
*Penulis; Helmi