Model peluncuran seperti ini bukan kali pertama dilakukan Bre Redana. Sejumlah bukunya, antara lain Urban Sensation, Politik Tubuh, dan The Sword and The Pen, juga pernah diluncurkan dengan pendekatan kreatif dan workshop interaktif.
Peserta Diajak Merasakan Proses Menulis
Dalam peluncuran Catatan Melankolis tentang Sosialita & Buruh Anak, peserta tidak hanya diajak mendengarkan penjelasan mengenai isi novel. Mereka justru dilibatkan dalam proses merasakan, berpikir, mengamati, menulis, dan melakukan wawancara.
Bre Redana mengatakan peluncuran karya fiksi tidak harus selalu diisi dengan pidato panjang yang menurutnya berpotensi membuat peserta tidak mendapatkan pengalaman langsung dari kegiatan tersebut.
“Peluncuran buku fiksi seperti ini kalau diisi dengan model pidato-pidato bisa ngelantur ke mana-mana. Peserta tidak mendapat apa-apa,” kata Bre.
Dalam workshop tersebut, Bre didampingi dua narasumber, yakni Ignatius Haryanto, doktor ilmu komunikasi, jurnalis dan dosen, serta Kurnia Setiawan, doktor ilmu komunikasi, pengajar desain sekaligus fasilitator berbagai pelatihan, termasuk workshop Silat-Surat.
Komentar