Menurutnya, gagasan tersebut muncul setelah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Keduanya menilai masyarakat perlu memperoleh kesempatan untuk melihat langsung fasilitas dan aktivitas pemerintahan, bukan hanya mengetahuinya melalui media sosial.
Melalui Namu Balai Kota, pengunjung dapat mengikuti tur ke sejumlah sudut bersejarah, mengenal ruang kerja pimpinan daerah, serta mengunjungi pusat pemantauan Jakarta Smart City untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kota dilakukan.
Digelar Setiap Dua Pekan
Namu Balai Kota dijadwalkan berlangsung setiap dua pekan sekali, pada Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB. Masyarakat dapat memeriksa jadwal dan melakukan reservasi melalui aplikasi JAKI atau laman resmi berikut:
https://smartcity.jakarta.go.id/id/kunjungan/namu-balaikota
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan program tersebut telah menjalani uji coba pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sekitar 300 orang tercatat mendaftar untuk mengikuti kegiatan.
Komentar