Seputar Publik / Opini

Mutasi Besar Polri, Heru Riyadi: Masyarakat Butuh Bukti Nyata, Bukan Sekadar Pejabat Baru

Pengamat kepolisian Heru Riyadi menilai mutasi harus menjadi momentum mempercepat program prioritas, memperkuat pengawasan, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Heru Riyadi menegaskan, keberhasilan mutasi Polri harus diukur dari peningkatan kualitas pelayanan, penegakan hukum yang adil, dan rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat. Heru Riyadi menegaskan, keberhasilan mutasi Polri harus diukur dari peningkatan kualitas pelayanan, penegakan hukum yang adil, dan rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan mutasi harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Bukan semata-mata dari banyaknya pejabat yang bergeser,” demikian inti pesan yang disampaikannya dalam pandangan tertulis tertanggal 17 Oktober 2026.

Mutasi Harus Mempercepat Program Prioritas Polri

Heru menyoroti mutasi lanjutan terhadap ratusan personel Polri, yang menurut informasi dalam bahan tulisannya tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri bertanggal 2, 10, dan 12 Oktober 2026.

Mutasi tersebut disebut mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam), Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), kepala kepolisian daerah (Kapolda), wakil kepala kepolisian daerah (Wakapolda), hingga kepala kepolisian resor (Kapolres).

Menurut Heru, penataan organisasi berskala besar tersebut perlu diikuti target kerja yang jelas dan evaluasi terukur. Pejabat baru harus mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan Polri ke dalam program yang menjawab persoalan konkret di wilayah tugas masing-masing.

Tulis Komentar

Komentar