Ace menempatkan pers sebagai salah satu unsur penting dalam menghadapi perubahan lanskap informasi tersebut. Informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya dinilai menjadi bagian dari daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sebaliknya, informasi manipulatif berisiko memengaruhi cara masyarakat memahami dan menilai suatu persoalan. Karena itu, kemampuan memilah informasi, memeriksa fakta, dan memahami konteks menjadi semakin penting di tengah derasnya arus komunikasi digital.
Dalam paparannya, Ace juga mengutip pemikiran Manuel Castells yang memandang media sebagai ruang berlangsungnya strategi kekuasaan. Perspektif tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengelola komunikasi publik memiliki kaitan dengan pembentukan pengaruh dan kekuatan suatu negara.
Ace menekankan, wartawan tidak cukup hanya membaca atau menyampaikan isi suatu informasi. Jurnalis juga perlu memahami asal-usul informasi, jaringan penyebarannya, serta kepentingan yang mungkin melatarbelakanginya.
Perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan informasi tersebar luas dalam waktu singkat. Namun, kecepatan distribusi tidak serta-merta menjamin kebenaran informasi yang beredar.
Jurnalisme berbasis verifikasi menjadi kunci
Komentar