Komunikasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci Pencegahan
Doddy menilai pencegahan perundungan tidak cukup hanya mengandalkan pihak sekolah. Orang tua atau wali murid juga memiliki peran penting dalam memperhatikan kondisi anak, terutama ketika siswa menunjukkan perubahan perilaku atau menyampaikan keluhan di rumah.
Karena itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua perlu dibangun secara terbuka agar persoalan yang dialami peserta didik dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
“Saya sudah memerintahkan kepada guru-guru agar membuka ruang dengan para wali. Ini bisa dijadikan alat untuk memonitor ketika dia (siswa) mengadu ke ibunya sehingga cepat diselesaikan oleh sekolah,” jelasnya.
Komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu guru dan orang tua bertukar informasi mengenai kondisi anak, sehingga potensi permasalahan di lingkungan sekolah dapat lebih cepat dikenali.
Program Pagi Menyapa Diharapkan Ciptakan Sekolah Aman
Melalui pengawasan yang lebih aktif serta komunikasi yang terjalin antara guru, siswa, dan orang tua, Doddy berharap lingkungan pendidikan di Kabupaten Lebak semakin aman dan mampu mencegah perundungan terhadap peserta didik.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan menyapa siswa sejak pagi juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan dan memperkuat koordinasi antara guru dengan peserta didik.
“Dengan menyapa, koordinasi dan komunikasi bisa terus terjalin dengan baik antara siswa dan guru. Sehingga kasus bullying dan yang lainnya bisa sejak dini dicegah,” pungkasnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian seluruh unsur pendidikan terhadap keamanan dan kenyamanan siswa, sekaligus membangun lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar tanpa perundungan.
*Penulis: AN
Komentar