Seputarpublik.com || JAKARTA, — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar bagi industri media. Di tengah tuntutan kecepatan produksi berita dan derasnya arus informasi digital, pers Indonesia menghadapi tantangan serius dalam menjaga kualitas jurnalistik, independensi media, serta kepercayaan publik.
Direktur Eksekutif baru Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Anthonius Jimmy Silalahi, mengingatkan bahwa kondisi pers nasional membutuhkan perhatian serius. Menurut dia, kemajuan teknologi tidak boleh membuat insan pers mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.
“Kita harus jujur mengakui, pers kita sekarang tidak sedang baik-baik saja,” ujar Jimmy dalam acara serah terima jabatan Direktur Eksekutif LPDS dari Kristanto Hartadi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Jimmy menilai pers menghadapi tantangan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, disrupsi teknologi dan AI mengubah pola produksi serta distribusi berita. Di sisi lain, persoalan mendasar terkait kualitas pemberitaan, independensi media, dan kepercayaan publik masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
Komentar