Menurut TransNusa, penghargaan tersebut menjadi pencapaian tersendiri karena maskapai tersebut tercatat sebagai maskapai Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut dari Changi Airport Group, sekitar 17 bulan setelah mulai beroperasi di bandara tersebut.
Bagi TransNusa, pertumbuhan frekuensi penerbangan menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan internasional sekaligus meningkatkan kapasitas pada rute-rute dengan permintaan tinggi.
Tawarkan Konsep Premium dengan Harga Kompetitif
TransNusa memosisikan diri sebagai premium service carrier, dengan menawarkan alternatif layanan di antara maskapai berbiaya rendah dan maskapai layanan penuh.
Produk yang ditawarkan mencakup fasilitas bagasi, pilihan kursi, serta konfigurasi kabin yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang.
Konsep tersebut dipadukan dengan fokus pada ketepatan waktu penerbangan. Dengan layanan tersebut, TransNusa menyasar kebutuhan penumpang bisnis maupun wisatawan yang menginginkan perjalanan praktis dengan layanan yang lebih lengkap.
Model layanan premium tersebut dikembangkan dan diperkenalkan oleh Datuk Bernard sejak 2023 dan menjadi bagian dari strategi pengembangan jaringan internasional TransNusa.
Sejalan dengan perluasan jaringan, TransNusa juga menyiapkan produk kabin baru bernama Premium Plus untuk penerbangan Melbourne-Bali.
Produk tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 19 Oktober 2026, dengan sejumlah layanan prioritas dan peningkatan batas bagasi.
Dengan penambahan frekuensi Jakarta-Singapura serta pengembangan produk layanan, TransNusa menyatakan terus memperluas pilihan perjalanan udara regional sekaligus memperkuat jaringan penerbangan internasionalnya.
*(Penulis; Helmi)
Komentar