Beranda
Seputar Publik / Berita

Sertifikasi Keberlanjutan PTPN IV PalmCo Dipercepat, Premium Price Produk Sawit Tumbuh 47,87%

Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit dan 124 kebun telah mengantongi sertifikasi RSPO. Nilai premium produk bersertifikat meningkat dari Rp129,02 miliar menjadi Rp190,78 miliar pada periode Januari–September.
PTPN IV PalmCo mempercepat sertifikasi keberlanjutan di wilayah operasionalnya. Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit dan 124 kebun telah memperoleh sertifikasi RSPO, seiring pertumbuhan nilai premium produk bersertifikat hampir 48 persen. PTPN IV PalmCo mempercepat sertifikasi keberlanjutan di wilayah operasionalnya. Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit dan 124 kebun telah memperoleh sertifikasi RSPO, seiring pertumbuhan nilai premium produk bersertifikat hampir 48 persen.

Seputarpublik.com || JAKARTA, — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo terus mempercepat penerapan sertifikasi keberlanjutan di seluruh wilayah operasionalnya. Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan 124 kebun telah memperoleh sertifikasi *Roundtable on Sustainable Palm Oil* (RSPO).

Penguatan standar keberlanjutan tersebut turut membuka peluang peningkatan nilai ekonomi produk. Berdasarkan data penjualan Januari–September, nilai *premium product* bersertifikat PTPN IV PalmCo meningkat dari Rp129,02 miliar pada 2025 menjadi Rp190,78 miliar pada 2026, atau tumbuh sekitar 47,87 persen secara tahunan (*year-on-year*/YoY).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan sertifikasi keberlanjutan merupakan bagian dari transformasi tata kelola perusahaan. Penerapannya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi standar, tetapi juga membangun sistem kerja yang terintegrasi dalam seluruh proses bisnis dan operasional.

“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, konsistensi dalam menerapkan standar keberlanjutan menjadi fondasi untuk membangun sistem operasional yang lebih terukur sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan. Penerapan standar tersebut juga menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi.

Perluas Sertifikasi, Perkuat Tata Kelola

Selain sertifikasi RSPO, PTPN IV PalmCo terus memperluas penerapan standar manajemen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan operasional perusahaan.

Hingga Agustus 2026, standar ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu telah diterapkan pada 176 unit. Sementara itu, ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan telah diterapkan pada 143 unit, dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada 191 unit.

Penerapan standar lainnya meliputi ISO 22000 tentang Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada tiga unit serta ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada delapan unit.

Berbagai standar tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola yang mencakup mutu, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, keamanan pangan, integritas, dan keberlanjutan.

Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan penguatan sertifikasi berjalan beriringan dengan penerapan prinsip *Environmental, Social, and Governance* (ESG), termasuk melalui pengembangan ekonomi sirkular dalam kegiatan operasional perusahaan.

“Penerapan ESG tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi bagaimana prinsip tersebut terintegrasi dalam proses bisnis. Salah satunya melalui penerapan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ujar Ugun.

Nilai Premium Produk Bersertifikat Naik 47,87 Persen

Implementasi standar keberlanjutan juga diikuti peningkatan nilai penjualan produk bersertifikat. Data penjualan periode Januari hingga September menunjukkan nilai *premium product* bersertifikat PTPN IV PalmCo meningkat dari Rp129,02 miliar pada 2025 menjadi Rp190,78 miliar pada 2026.

Dengan capaian tersebut, nilai premium produk bersertifikat pada 2026 mencapai sekitar 148 persen dari nilai tahun sebelumnya, atau meningkat sekitar 47,87 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator potensi nilai tambah dari produk minyak sawit mentah atau *Crude Palm Oil* (CPO) dan minyak inti sawit atau *Palm Kernel Oil* (PKO) yang memenuhi standar keberlanjutan.

Bagi PTPN IV PalmCo, sertifikasi tidak hanya berfungsi untuk memperkuat kesesuaian terhadap standar global, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas peluang akses ke pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan percepatan sertifikasi serta memperkuat integrasi prinsip ESG dalam seluruh proses operasional. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas tata kelola, pengelolaan lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, penguatan integritas, dan pengembangan ekonomi sirkular.

Melalui langkah tersebut, PTPN IV PalmCo menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai jangka panjang. Integrasi antara tata kelola, standar keberlanjutan, dan kinerja bisnis diharapkan dapat meningkatkan manfaat kegiatan perkebunan dan pengolahan sawit bagi masyarakat, lingkungan, perusahaan, dan negara.(Red.)*