Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla, Siagakan Ratusan Peralatan dan Maksimalkan EWS

Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, PalmCo mengintegrasikan sistem deteksi dini, mengerahkan personel terlatih, serta menyalurkan 1 juta masker dan 11,2 juta liter air bersih bagi masyarakat.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui sistem deteksi dini EWS Karhutla, kesiapan personel dan peralatan, serta penyaluran bantuan air bersih dan masker bagi masyarakat terdampak. PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui sistem deteksi dini EWS Karhutla, kesiapan personel dan peralatan, serta penyaluran bantuan air bersih dan masker bagi masyarakat terdampak.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa kesiapan peralatan di lapangan didukung sistem pemantauan digital yang dirancang untuk membantu tim mendeteksi dan memverifikasi potensi kebakaran lebih dini.

“Kami mengintegrasikan deteksi dini melalui aplikasi 'EWS Karhutla'. Sistem ini membaca data titik panas secara real-time dan terhubung dengan GeoPalm Dashboard di pusat. Ketika ada indikasi, tim di lapangan bisa langsung memverifikasi dan melakukan penanganan sebelum api membesar,” ujar Jatmiko.

Melalui integrasi tersebut, perusahaan berupaya mempercepat alur informasi dari sistem pemantauan menuju petugas di lapangan. Deteksi dini dan verifikasi menjadi bagian penting dalam mencegah potensi kebakaran berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.

Mobilisasi Satgas dan Penguatan Koordinasi

Selain mengandalkan teknologi, PTPN IV PalmCo memperkuat kesiapsiagaan melalui mobilisasi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang telah memiliki sertifikasi atau kompetensi sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kami menerjunkan lebih banyak personel terlatih. Armada transportasi darat yang biasa digunakan untuk operasional kebun juga kami konversi menjadi alat bantu pemadaman. Seluruh pergerakan ini kami koordinasikan secara intensif dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait,” kata Jatmiko.

Tulis Komentar

Komentar