Beranda
Seputar Publik / Berita

Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten Rp21,56 Miliar Disorot, Material Bronjong Dipertanyakan

Dugaan perbedaan jenis kawat bronjong dalam proyek di Kota Serang memunculkan desakan agar pihak berwenang melakukan pemeriksaan spesifikasi dan pengujian laboratorium. Klarifikasi kontraktor dan konsultan pengawas masih diperlukan.
Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang senilai Rp21,56 miliar menjadi sorotan menyusul dugaan perbedaan jenis material kawat bronjong yang digunakan. Pemeriksaan spesifikasi dan klarifikasi pihak terkait diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan. Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang senilai Rp21,56 miliar menjadi sorotan menyusul dugaan perbedaan jenis material kawat bronjong yang digunakan. Pemeriksaan spesifikasi dan klarifikasi pihak terkait diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan.

Seputarpublik.com || SERANG BANTEN, — Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang dengan nilai anggaran Rp21.565.495.000 menjadi sorotan menyusul dugaan ketidaksesuaian material kawat bronjong yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

Proyek yang dikerjakan PT Mega Karya Sentralindo dengan pengawasan PT Oseano Adhita Pramana itu dipertanyakan setelah muncul dugaan penggunaan campuran kawat bronjong pabrikan dan kawat bronjong buatan manual atau industri rumahan.

Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis dan persyaratan dalam kontrak pekerjaan. Namun, kepastian mengenai jenis, mutu, dan kesesuaian material masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Spesifikasi Bronjong Jadi Sorotan

Kawat bronjong merupakan material yang digunakan untuk membentuk struktur penahan, termasuk pada pekerjaan pengendalian erosi dan perlindungan tebing sungai. Mutu kawat, dimensi anyaman, kekuatan sambungan, serta lapisan pelindung terhadap korosi menjadi aspek yang perlu diperiksa sesuai spesifikasi desain dan kontrak.

Sejumlah aktivis kontrol sosial dan warga yang disebut memantau pekerjaan di lapangan menduga terdapat pencampuran material dengan jenis dan karakteristik berbeda. Mereka mempertanyakan apakah material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Jika terdapat ketidaksesuaian material terhadap spesifikasi kontrak, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis. Kesesuaian material menjadi penting untuk memastikan struktur berfungsi sebagaimana direncanakan dan mampu mendukung tujuan pengendalian banjir.

Meski demikian, dugaan penurunan spesifikasi maupun kemungkinan dampaknya terhadap kekuatan struktur tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual. Pemeriksaan dokumen pengadaan, spesifikasi teknis, hasil pengujian material, dan kondisi pemasangan diperlukan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Warga Minta Pemeriksaan dan Uji Laboratorium

Sejumlah warga mendesak instansi yang berwenang di bidang pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air agar melakukan pemeriksaan terhadap material kawat bronjong yang digunakan dalam proyek tersebut.

Mereka meminta sampel material diuji di laboratorium yang kompeten untuk memastikan kesesuaian mutu dengan spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak. Apabila ditemukan pelanggaran, warga berharap tindak lanjut dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Pemeriksaan juga diharapkan mencakup dokumen teknis, proses pengadaan material, pelaksanaan pekerjaan, serta pengawasan proyek agar hasil evaluasi dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pekerjaan.

Klarifikasi Kontraktor dan Konsultan Pengawas Diperlukan

Dalam informasi yang diterima redaksi, PT Mega Karya Sentralindo selaku kontraktor pelaksana dan PT Oseano Adhita Pramana selaku konsultan pengawas disebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

Redaksi membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk menyampaikan penjelasan, termasuk mengenai jenis dan sumber material bronjong, spesifikasi yang digunakan, mekanisme pengendalian mutu, serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan apabila tersedia.

Klarifikasi dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, dan instansi pemilik pekerjaan penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetaaaap berimbang.

Penilaian akhir mengenai ada atau tidaknya ketidaksesuaian material perlu merujuk pada hasil pemeriksaan teknis dan dokumen resmi. Dengan demikian, evaluasi terhadap proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten dapat dilakukan berdasarkan bukti yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.(Red.)

Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang