Seputar Publik / Berita

Petasan Maulid Meledak hingga Dini Hari, Warga Protes dan Pemkot Kebayoran Lama Turun Tangan

Panitia menyampaikan permohonan maaf dan membuat pernyataan tidak mengulangi kejadian, sementara warga yang merasa dirugikan menyatakan keberatan dan mempertimbangkan jalur hukum.
Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama menggelar mediasi terkait keluhan warga atas penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama menggelar mediasi terkait keluhan warga atas penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Ia mengusulkan penggunaan petasan atau kembang api dilakukan pada waktu yang tidak mengganggu warga, misalnya setelah salat Isya sekitar pukul 20.00 WIB dan dalam waktu singkat.

«“Paling tidak antara jam habis Isya, jam 8. Kalau menggunakan kembang api atau petasan, lima menit cukuplah. Setelah itu kita banyakin selawat, kegiatan keagamaan yang lebih syiar,” kata Mustopa.»

Ia juga mengingatkan bahwa suara petasan dan kembang api pada tengah malam berpotensi mengganggu warga, terutama mereka yang sedang sakit atau membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Libatkan FKUB, Polisi hingga Tokoh Masyarakat

Pertemuan evaluasi di tingkat Kecamatan Kebayoran Lama turut melibatkan sejumlah unsur, antara lain perwakilan Kesbangpol, Wakapolsek, Babinsa, Ketua MUI Kecamatan KH Mujiono, FKUB Jakarta Selatan, Satpol PP Kecamatan, Lurah Pondok Pinang, serta tokoh masyarakat dari unsur RT, RW, dan LMK.

Perwakilan FKUB Jakarta Selatan, KH Djawahir Tantowi, kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan merupakan konflik SARA.

«“Memang bukan SARA. Insyaallah kami akan lebih hati-hati lagi, lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang,” katanya.»

Tulis Komentar

Komentar