Seputar Publik / Berita

Pers Mahasiswa di Era AI: Tergerus Disrupsi Media atau Jadi Penjaga Kebenaran?

Oleh: Sayid Iskandarsyah
Sayid Iskandarsyah; Sayid Iskandarsyah; "Adaptasi teknologi perlu berjalan seiring dengan integritas, verifikasi fakta, dan keberanian menjaga kepentingan publik.

Tantangan disrupsi media juga menuntut pers mahasiswa memperluas kerja sama dengan organisasi pers kampus di berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas jurnalistik, dan penguatan liputan yang berdampak bagi publik.

Hilangkan Ego Sektoral, Bangun Solidaritas

Ego sektoral antaruniversitas terkadang menjadi penghalang bagi pers mahasiswa untuk tumbuh bersama. Padahal, tantangan yang dihadapi tidak hanya terjadi di satu kampus, melainkan merupakan persoalan bersama dalam ekosistem informasi yang terus berubah.

Pers mahasiswa perlu membangun visi bersama dan mengambil peran lebih luas dalam perkembangan pers Indonesia. Caranya antara lain dengan memperkuat jejaring, membangun solidaritas nasional, serta menyelenggarakan pelatihan dan kolaborasi lintas kampus.

Adaptasi teknologi harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap kaidah dan kode etik jurnalistik. Penguatan kapasitas tidak cukup hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga perlu menanamkan integritas, tanggung jawab, dan keberanian mempertahankan independensi redaksi.

Tulis Komentar

Komentar