Seputar Publik / Berita

Pers Mahasiswa di Era AI: Tergerus Disrupsi Media atau Jadi Penjaga Kebenaran?

Oleh: Sayid Iskandarsyah
Sayid Iskandarsyah; Sayid Iskandarsyah; "Adaptasi teknologi perlu berjalan seiring dengan integritas, verifikasi fakta, dan keberanian menjaga kepentingan publik.

Jika hanya mengandalkan mekanisme kerja redaksi konvensional tanpa mengikuti perkembangan teknologi, pers mahasiswa berisiko tertinggal dari segi kecepatan maupun kemampuan pengolahan informasi.

Karena itu, pers mahasiswa perlu menjadikan AI sebagai alat bantu yang efektif dan efisien, bukan sebagai pengganti nalar jurnalistik. Transformasi ini harus disertai penguatan literasi digital, pemahaman teknologi, dan kemampuan memeriksa kebenaran informasi.

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis data, mendukung liputan mendalam (in-depth reporting) dan investigasi, memetakan disinformasi, serta memperluas jangkauan distribusi konten agar lebih relevan bagi generasi muda.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: teknologi tidak memiliki nurani. Empati, kepekaan sosial, keberanian, dan tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat merupakan nilai yang harus tetap menjadi landasan kerja jurnalistik.

Keunggulan pers mahasiswa bukan semata-mata terletak pada kemampuan menghasilkan tulisan, melainkan pada daya kritis, kepedulian terhadap persoalan publik, dan keberanian mempertanyakan keadaan berdasarkan fakta. Nilai-nilai tersebut tidak dapat begitu saja digantikan oleh ChatGPT maupun algoritma secanggih apa pun.

Tulis Komentar

Komentar