Goenawan Mohamad: Pendiri dan mantan pemimpin redaksi Majalah Berita Tempo yang juga penulis puisi dan esai.
Leila S. Chudori: Wartawan Tempo yang juga penulis novel dan skenario film.
Dan masih ada yang lain, penulis mohon maaf tidak dapat menyebut semuanya.
Di tengah arus informasi yang kian deras dan kompetitif, wartawan tetap memegang peran sentral sebagai penjaga kebenaran, penyalur informasi, dan pilar utama demokrasi. Namun, apakah kita—sebagai bangsa dan sebagai individu—sungguh-sungguh menghargai profesi ini sebagaimana mestinya?
Bayangkan suasana di Gedung Putih, Washington DC, atau di Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street. Setiap kali ada pertemuan pers, suasananya selalu tertib, profesional, dan penuh penghormatan terhadap para jurnalis. Mereka diposisikan sebagai mitra, bukan pelengkap acara. Mikrofon disiapkan, kursi disusun, pencahayaan diatur dengan baik. Bukan semata-mata demi estetika, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas profesi mereka dan sebagai cermin dari budaya bangsa yang menghargai tata pergaulan sipil.
Komentar