Sebaliknya, ketika kualitas kerja jurnalistik melemah, ruang publik dapat kehilangan salah satu mekanisme kontrol sosialnya. Pers yang tidak profesional berpotensi membuat masyarakat kesulitan memperoleh informasi yang akurat.
Sebaliknya, pers yang menjalankan tugas secara profesional dapat membantu mempertemukan kepentingan masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen daerah melalui informasi yang sehat.
Pers, Pemerintah, dan Masyarakat
Mewujudkan Lebak Ruhay bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan pers memiliki ruang kontribusi masing-masing.
Pokja Wartawan Lebak memilih menjalankan kontribusinya melalui kerja jurnalistik, pembinaan wartawan, kegiatan sosial, serta penguatan profesionalisme.
Tujuh tahun perjalanan menjadi pengingat bahwa organisasi pers tidak cukup hanya bertahan. Organisasi perlu terus tumbuh, berbenah, dan menjaga kepercayaan publik.
Sebab pada akhirnya, ukuran kekuatan pers bukan hanya seberapa keras suara yang disampaikan, tetapi seberapa kuat fakta, etika, dan kepentingan publik yang dibawanya.
Pers Kuat, Lebak Ruhay.
Sebuah tema yang menegaskan bahwa pers dan pembangunan daerah memiliki ruang masing-masing untuk berkontribusi.
Pers mengawal melalui informasi, kritik, dan kontrol sosial. Pemerintah bekerja melalui kebijakan dan pelayanan. Masyarakat ikut mengawasi sekaligus berpartisipasi.
Ketiganya membutuhkan ruang komunikasi yang sehat agar cita-cita Lebak yang Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin dapat terus diperjuangkan.
Penulis: AN
Komentar