Dalam konteks tersebut, Pokja Wartawan Lebak berusaha mengambil peran. Selama tujuh tahun, organisasi yang menaungi lebih dari 20 wartawan lokal dan nasional ini tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan internal, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Bersama jaringan dan relasi jurnalis, Pokja melakukan sejumlah kegiatan sosial, mulai dari pembagian paket sembako, pembangunan rumah tidak layak huni, bantuan pembangunan pondok pesantren, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
Di sisi lain, kontribusi Pokja yang tidak kalah penting berada dalam ruang pemberitaan.
Para jurnalis dituntut mampu menghadirkan informasi yang edukatif, konstruktif, objektif, dan berimbang. Berita tidak berhenti pada penyampaian sebuah peristiwa, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami persoalan, mengetahui kebijakan, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengawasi jalannya pembangunan.
Pers memang bukan pelaksana pembangunan. Namun, pers memiliki posisi dalam mengawal pembangunan melalui kerja jurnalistik.
Melalui pemberitaan, pers dapat mengangkat potensi daerah, menyampaikan persoalan masyarakat, mengkritisi kebijakan, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan.
Komentar