> “Persepsi kita perlu sama, baru kita mencoba untuk mengurai masalah,” ujarnya.
Tomsi juga mengusulkan agar rakor terkait pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran dilaksanakan secara berkala, minimal satu kali setiap bulan. Dengan mekanisme tersebut, perkembangan di setiap daerah dapat terukur serta dievaluasi secara konsisten dari waktu ke waktu.
> “Mudah-mudahan pertemuan sore hari ini membawa keberkahan, dan tindak lanjutnya kita bisa konsisten setiap bulan, seperti [Rakor] penanganan inflasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Tomsi berharap dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan dan penguatan data. Ia secara khusus meminta kontribusi jajaran BPS agar data yang digunakan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
> “Tentunya untuk data ini, kami mohon dari Pak Waka BPS nantinya, yang tentunya banyak sekali memberikan kontribusi terhadap data-data tersebut,” ungkapnya.
Tomsi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dan berharap pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi yang produktif.
> “Sore hari ini kita harapkan, sambil menunggu berbuka, ada hal-hal yang bisa kita sharing bersama,” katanya.
Rakor ini turut dihadiri Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico, Inspektur Jenderal Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemendagri Muhamad Valiandra. ***
Puspen Kemendagri
Komentar