Beranda
Seputar Publik / Berita

FOLSEA 2026 di Jakarta Satukan Pendidik dari 13 Negara, Bahas Masa Depan Pendidikan di Era AI

Digelar di Bina Bangsa School PIK pada 10–11 Oktober 2026, konferensi internasional ini mendorong kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tetap berpusat pada manusia.
FOLSEA 2026 mempertemukan ratusan pendidik, pemimpin sekolah, dan inovator pendidikan dari 13 negara di Bina Bangsa School PIK, Jakarta, untuk membahas pemanfaatan teknologi dan AI yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran. FOLSEA 2026 mempertemukan ratusan pendidik, pemimpin sekolah, dan inovator pendidikan dari 13 negara di Bina Bangsa School PIK, Jakarta, untuk membahas pemanfaatan teknologi dan AI yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran.

Seputarpublik.com || JAKARTA, — Ratusan pendidik, pemimpin sekolah, dan inovator pendidikan dari 13 negara berkumpul di Bina Bangsa School (BBS) Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, dalam ajang *Future Learning Southeast Asia* (FOLSEA) 2026 pada 10–11 Oktober 2026.

Mengusung tema *“Humanising Technology: Putting People at the Centre of the Future of Learning”* atau “Memanusiakan Teknologi: Menempatkan Manusia sebagai Pusat Masa Depan Pembelajaran”, konferensi ini menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, serta inovasi untuk menjawab tantangan pendidikan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (*Artificial Intelligence*/AI) dan teknologi digital.

Salah satu agenda utama FOLSEA 2026 adalah sesi *keynote* yang menghadirkan Douglas Kiang dari Menlo School. Dalam sesinya, ia membagikan wawasan sekaligus mengajak para pendidik berpikir kritis mengenai peran teknologi dalam membentuk masa depan pembelajaran.

Selama dua hari, peserta mengikuti beragam kegiatan, mulai dari presentasi utama, lokakarya praktik langsung (*hands-on workshops*), sesi *micro-keynote*, pameran inovasi pendidikan, hingga diskusi kolaboratif.

Co-Chair FOLSEA sekaligus Head of Educational Technology Bina Bangsa School, Alvin Soliman Miclat, mengatakan forum tersebut mempertemukan pendidik dari berbagai negara dan komunitas pendidikan untuk berbagi pengalaman, praktik baik, tantangan, serta gagasan.

Pertemuan itu, menurut Alvin, membuka kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pembelajaran tidak hanya dari para ahli, tetapi juga dari sesama pendidik yang menghadapi tantangan serupa di lingkungan sekolah masing-masing.

Kehadiran ratusan peserta dari 13 negara juga mencerminkan pentingnya kolaborasi regional dan internasional dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan. Di tengah perkembangan AI dan teknologi digital, para pendidik membutuhkan ruang untuk bertukar pengalaman mengenai praktik yang telah diterapkan, hal-hal yang masih dipelajari, serta tantangan yang perlu diatasi bersama.

 Teknologi Harus Tetap Berpusat pada Manusia

Bagi Bina Bangsa School, menjadi tuan rumah FOLSEA 2026 merupakan kesempatan untuk mempertemukan komunitas pendidikan yang lebih luas di Jakarta sekaligus berkontribusi dalam pertukaran gagasan lintas sekolah dan negara.

“FOLSEA bukan sekadar tentang menampilkan teknologi terbaru. FOLSEA adalah tentang mempertemukan para pendidik agar dapat belajar satu sama lain dan bersama-sama mencari cara untuk memanfaatkan teknologi dengan tujuan yang lebih bermakna,” ujar Alvin.

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai kebutuhan manusia dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi bukan semata-mata untuk mengikuti perkembangan zaman, melainkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran, memberdayakan siswa dan pendidik, memperkuat hubungan antarmanusia, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

“Teknologi akan terus berubah, tetapi pendidikan akan selalu berpusat pada manusia. Tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa inovasi memperkuat hubungan antarmanusia, bukan justru menggantikannya,” kata Alvin.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan utama FOLSEA 2026, yakni bahwa meskipun teknologi terus membuka berbagai kemungkinan baru, manusia tetap harus menjadi pusat dalam proses pendidikan.

Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Internasional

Selain menghadirkan sesi diskusi dan lokakarya, FOLSEA 2026 menjadi momentum untuk membangun jejaring profesional di antara para pendidik dari berbagai latar belakang.

Koneksi yang terjalin selama konferensi diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan, pertukaran praktik baik, dan pembelajaran bersama, bahkan setelah kegiatan berakhir.

Forum ini juga mendorong komunitas pendidikan untuk mengeksplorasi cara mengintegrasikan AI dan teknologi baru secara terarah, kreatif, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan hubungan antarmanusia serta tujuan utama pendidikan.

FOLSEA 2026 menegaskan bahwa masa depan pembelajaran tidak ditentukan oleh teknologi semata. Perkembangannya juga bergantung pada peran pendidik dan siswa dalam menggunakan teknologi dengan kesadaran, kreativitas, empati, dan tujuan yang jelas.

Setelah konferensi resmi berakhir di Jakarta, para peserta diharapkan membawa pulang gagasan baru, memperluas jejaring, serta menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk mendukung perkembangan pendidikan di sekolah dan komunitas masing-masing.

Melalui pertukaran gagasan lintas negara, FOLSEA 2026 menempatkan kolaborasi dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam membentuk masa depan pendidikan di era kecerdasan buatan.(Red.)*