Beranda
Seputar Publik / Berita

Dialog Publik Kepemudaan di Banten, KNPI Soroti Pengangguran hingga Tantangan Indonesia Emas 2045

Dispora Banten menggelar Dialog Publik dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98. Forum ini menjadi ruang refleksi mengenai tantangan pemuda masa kini serta peran generasi muda dalam pembangunan Banten dan Indonesia menuju 2045.
Dispora Banten menggelar Dialog Publik Kepemudaan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98, dengan melibatkan unsur pemerintah, DPD KNPI Banten, organisasi kepemudaan, dan pelajar untuk membahas kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Dispora Banten menggelar Dialog Publik Kepemudaan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98, dengan melibatkan unsur pemerintah, DPD KNPI Banten, organisasi kepemudaan, dan pelajar untuk membahas kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Seputarpublik.com || SERANG BANTEN, — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten menggelar Dialog Publik Kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kegiatan yang mengusung tema *“Penyadaran, Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Banten Menuju Indonesia Emas 2045”* ini menjadi ruang diskusi mengenai peran dan tantangan generasi muda dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (27/10/2025) dan dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Dispora Banten Dr. Syaukani, perwakilan BPBD Banten, pengurus DPD KNPI Banten, serta sejumlah organisasi kepemudaan. Hadir pula perwakilan LMND Banten, PMII Banten, GMNI Banten, Kwarda Banten, FKP Banten, siswa-siswi SMA dan SKh di Kota Serang, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum tersebut sebagai dorongan bagi generasi muda untuk meningkatkan karya dan kontribusi terhadap pembangunan.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Sumpah Pemuda sebagai momentum memperbanyak karya dan kontribusi pemuda bagi pembangunan Banten dan Indonesia,” ujarnya.

KNPI Banten Paparkan Tiga Perspektif Generasi Pemuda

Dalam sesi dialog interaktif, salah satu narasumber dari DPD KNPI Banten, Robi, memaparkan refleksi mengenai perjalanan generasi muda melalui tiga perspektif, yakni pemuda masa lalu, pemuda masa kini, dan pemuda masa depan.

Menurutnya, pemuda pada masa lalu memiliki tujuan bersama untuk merebut kemerdekaan, meskipun berasal dari latar belakang organisasi, suku, ras, dan agama yang berbeda. Semangat persatuan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting bagi generasi muda saat ini.

Sementara itu, pemuda masa kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persoalan pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial, keterbatasan kompetensi, transformasi digital, perkembangan teknologi, serta tantangan moral dan integritas menjadi sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian.

“Pemuda masa lalu memiliki tujuan satu, yaitu merebut kemerdekaan, walaupun berbeda latar belakang organisasi pemuda, suku, ras, dan agama. Pemuda masa kini dihadapi tantangan dan menciptakan perubahan. Tantangan pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial, minimnya kompetensi, transformasi digital, perubahan teknologi, tantangan moral dan integritas,” paparnya.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda saat ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah kemajuan Banten dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemuda diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan kompetensi, karakter, integritas, serta semangat berkontribusi bagi masyarakat.

“Pemuda masa depan penentu kemajuan Banten dan Indonesia Emas 2045. Artinya, pemuda hari ini harus ideal dan sesuai harapan bersama,” lanjutnya.

Dorong Pemberdayaan dan Prestasi Pemuda

Rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini disebut sebagai agenda rutin yang terus dikembangkan melalui berbagai inovasi sesuai kebutuhan generasi muda.

Selain dialog publik, kegiatan kepemudaan juga mencakup pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi, pemuda pelopor, serta program pertukaran pemuda antarnegara.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ruang partisipasi bagi generasi muda semakin terbuka, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi dorongan bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan, menjawab tantangan zaman, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Redaksi.)