Seputar Publik / Berita

Dialog Publik Kepemudaan di Banten, KNPI Soroti Pengangguran hingga Tantangan Indonesia Emas 2045

Dispora Banten menggelar Dialog Publik dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98. Forum ini menjadi ruang refleksi mengenai tantangan pemuda masa kini serta peran generasi muda dalam pembangunan Banten dan Indonesia menuju 2045.
Dispora Banten menggelar Dialog Publik Kepemudaan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98, dengan melibatkan unsur pemerintah, DPD KNPI Banten, organisasi kepemudaan, dan pelajar untuk membahas kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Dispora Banten menggelar Dialog Publik Kepemudaan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98, dengan melibatkan unsur pemerintah, DPD KNPI Banten, organisasi kepemudaan, dan pelajar untuk membahas kontribusi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemuda masa lalu memiliki tujuan satu, yaitu merebut kemerdekaan, walaupun berbeda latar belakang organisasi pemuda, suku, ras, dan agama. Pemuda masa kini dihadapi tantangan dan menciptakan perubahan. Tantangan pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial, minimnya kompetensi, transformasi digital, perubahan teknologi, tantangan moral dan integritas,” paparnya.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda saat ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah kemajuan Banten dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemuda diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan kompetensi, karakter, integritas, serta semangat berkontribusi bagi masyarakat.

“Pemuda masa depan penentu kemajuan Banten dan Indonesia Emas 2045. Artinya, pemuda hari ini harus ideal dan sesuai harapan bersama,” lanjutnya.

Dorong Pemberdayaan dan Prestasi Pemuda

Rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini disebut sebagai agenda rutin yang terus dikembangkan melalui berbagai inovasi sesuai kebutuhan generasi muda.

Selain dialog publik, kegiatan kepemudaan juga mencakup pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi, pemuda pelopor, serta program pertukaran pemuda antarnegara.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ruang partisipasi bagi generasi muda semakin terbuka, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi dorongan bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan, menjawab tantangan zaman, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Redaksi.)

Tulis Komentar

Komentar