Seputar Publik / Berita

Bukan Sekadar Pasar Bunga, Rawa Belong Disiapkan Jadi Kampung Budaya Betawi di Jakarta Barat

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menggelar Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong 2026. Kegiatan ini direncanakan melibatkan 10–15 sanggar dan sekitar 100 pelaku seni budaya Betawi.
Kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, disiapkan menjadi ruang pelestarian seni dan tradisi Betawi melalui Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong 2026. Program ini diharapkan memperkuat identitas budaya kawasan sekaligus membuka ruang bagi sanggar dan pelaku seni untuk berkarya. Kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, disiapkan menjadi ruang pelestarian seni dan tradisi Betawi melalui Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong 2026. Program ini diharapkan memperkuat identitas budaya kawasan sekaligus membuka ruang bagi sanggar dan pelaku seni untuk berkarya.

Seputarpublik.com || JAKARTA BARAT, — Rawa Belong selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan bunga di Jakarta Barat. Namun, kawasan ini juga memiliki potensi seni dan tradisi Betawi yang akan diangkat melalui kegiatan Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24 Oktober 2026).

Menjelang pelaksanaan acara, Jumat (23 Oktober 2026), suasana di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong mulai dipercantik. Panggung didirikan, sejumlah sudut kawasan dihias, dan ornamen khas Betawi disiapkan untuk menyambut masyarakat.

Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan kegiatan tersebut mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari. Sejumlah sanggar, komunitas, dan pelaku seni budaya setempat direncanakan terlibat untuk memeriahkan kegiatan sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Betawi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, M. Miftahulloh Tamary, mengatakan inaugurasi tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya Betawi yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya Betawi yang tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi sanggar, komunitas, dan pelaku seni budaya untuk menampilkan kekayaan tradisi yang menjadi identitas kawasan,” ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar