Setelah korban berhasil dievakuasi, Boedi mengaku memastikan kondisi korban maupun sepeda motor yang terlibat kecelakaan telah berada dalam keadaan aman.
Namun, setelah proses pertolongan tersebut, terjadi kesalahpahaman. Boedi mengaku tiba-tiba mendapat tindakan kekerasan dari seseorang yang mempersoalkan kondisi kendaraan.
> “Saya memastikan baik korban maupun roda dua-nya sudah terlepas dan aman, tapi tiba-tiba saya dipukul seseorang dengan mengatakan bahwa mobilku rusak. Tetapi saya tidak membalasnya,” ungkap Boedi.
Polisi Sebut Boedi Dipukul Dua Kali
Sementara itu, berdasarkan keterangan Kapolsek Samarinda Ulu, Boedi diduga dipukul sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong. Pukulan tersebut disebut mengenai bagian wajahnya.
Meski mengalami tindakan kekerasan, Boedi tetap melanjutkan proses pertolongan hingga korban berhasil dievakuasi.
Asriadi menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas dan dugaan pemukulan terhadap Wakapolsek merupakan dua peristiwa yang berbeda. Karena itu, penanganannya dilakukan secara terpisah.
Boedi kemudian membuat laporan polisi terkait dugaan pemukulan tersebut. Polisi juga melakukan pemeriksaan medis atau visum terhadap Boedi serta mengamankan pihak yang diduga melakukan pemukulan untuk menjalani pemeriksaan.
> “Sudah kita buat laporan di Polsek Samarinda Ulu,” ungkap Asriadi.
Komentar