Seputar Publik / Berita

Wajah Baru Blok M Disiapkan, 332 Tenant Tetap Berjualan Selama Pembangunan

Transformasi Blok M Fase Ultimate ditargetkan memperluas kapasitas ruang hingga 10 kali lipat dan ruang publik sekitar lima kali lipat, tanpa menghentikan aktivitas usaha maupun transportasi publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkenalkan desain transformasi Blok M Fase Ultimate sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkenalkan desain transformasi Blok M Fase Ultimate sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Selatan.

«“Blok M enggak boleh berhenti. Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,” tegasnya.»

Ia juga meminta pengembangan kawasan tetap mempertahankan keseimbangan antara budaya, ekonomi, aktivitas komersial, dan kehidupan urban.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, saat ini terdapat 332 tenant yang menjalankan aktivitas usaha di kawasan Blok M.

Sebelum pembangunan dimulai, seluruh tenant tersebut akan menjalani proses transisi agar aktivitas usaha tetap berjalan.

«“Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi,” kata Tuhiyat.»

Selain aktivitas usaha, layanan transportasi publik juga dipastikan tetap berjalan selama pembangunan berlangsung.

Tuhiyat mengatakan operasional TransJakarta akan tetap berlangsung. PT MRT Jakarta bersama organisasi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perhubungan, akan menyiapkan pengaturan selama masa pembangunan.

«“Pada saat pembangunan berlangsung, TransJakarta tetap berlangsung yang nanti kami akan cari jalan keluarnya bersama para OPD yang terkait dengan itu, terutama Dinas Perhubungan. Itu akan terus berlangsung,” ujarnya.»

Dengan konsep tersebut, transformasi Blok M tidak hanya diarahkan menjadi kawasan transit, tetapi juga ruang kota yang menggabungkan mobilitas, perdagangan, ruang publik, kreativitas, dan aktivitas masyarakat.

Blok M pun diproyeksikan menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan berbasis TOD di Jakarta yang dapat menjadi referensi untuk pengembangan kawasan strategis lainnya.

*(Penulis; Helmi)

Tulis Komentar

Komentar