“Target kita bukan sekadar meramaikan lapangan, tetapi menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat lahirnya talenta sepak bola mini yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan dunia,” kata Muktarrudin.
Ia juga berpesan kepada SMG FC agar tidak cepat berpuas diri setelah meraih gelar juara. Sementara itu, tim-tim peserta lainnya diharapkan menjadikan hasil turnamen sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Dalam acara penutupan Laycar Championship 2026, Muktarrudin didampingi Sekretaris KSMI Aceh, Muhammad Zubir, serta Wakil Sekretaris KSMI Aceh, Muhammad Hasan.
Laycar Championship Jadi Momentum Pengembangan Sepak Bola Mini
Penyelenggaraan Laycar Championship 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola mini di Aceh.
Melalui penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan, klub-klub diharapkan memperoleh lebih banyak kesempatan bertanding, sementara para pemain dapat mengasah keterampilan, pengalaman, dan mental kompetitif.
Gelar juara SMG FC menjadi penutup perjalanan kompetisi tahun ini, sekaligus momentum bagi seluruh peserta untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam memajukan sepak bola mini di Aceh.
**(Redaksi Seputarpublik.com)**
Komentar