Jalan Kembali ke Doktrin Non-Blok
Untuk mengembalikan posisi strategis Indonesia di panggung dunia, pemerintah perlu:
1. Menegaskan kembali politik luar negeri bebas aktif
2. Meninjau ulang keterlibatan dalam forum internasional yang merugikan kepentingan nasional
3. Menghidupkan kembali diplomasi Gerakan Non-Blok
4. Memperkuat peran Indonesia sebagai mediator konflik internasional
Indonesia tidak boleh menjadi bagian dari politik blok baru yang berpotensi memicu konflik global.
Sebaliknya, Indonesia harus kembali menjadi arsitek perdamaian dunia.
Prabowo di Persimpangan Sejarah
Presiden Prabowo Subianto saat ini berada di persimpangan sejarah: apakah kepemimpinannya akan menjaga tradisi diplomasi bebas aktif Indonesia atau justru membawa Indonesia masuk ke dalam orbit geopolitik kekuatan besar dunia.
Pilihan tersebut akan menentukan arah sejarah diplomasi Indonesia di masa depan.
Penutup: Ultimatum Konstitusional
Jika politik luar negeri Indonesia terus bergerak menuju subordinasi geopolitik kekuatan besar, maka bangsa ini sedang menjauh dari cita-cita para pendiri republik.
• Indonesia bukan negara satelit.
• Indonesia bukan negara klien.
Indonesia adalah negara merdeka yang sejak awal memilih jalan non-blok sebagai strategi menjaga kedaulatan.
Karena itu, sudah saatnya bangsa ini menegaskan kembali bahwa Indonesia harus kembali ke Gerakan Non-Blok secara murni dan konsekuen.
Bukan hanya demi menjaga kehormatan sejarah diplomasi Indonesia, tetapi juga untuk tetap setia pada amanat konstitusi:
"ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial."
Jakarta, 7 Maret 2026
Penulis:
Dr. H.C., Muhammad Yuntri. S.H.,MH.
(Advokat)
Komentar