Menurut Jatmiko, pengelolaan risiko, kecepatan eksekusi program, dan efisiensi biaya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika industri perkebunan.
“Kecepatan mengeksekusi program strategis harus diimbangi dengan disiplin dalam pengelolaan risiko dan pengendalian biaya. Kombinasi ketiganya menjadi fondasi bagi perusahaan untuk menjaga kinerja sekaligus memperkuat tata kelola,” katanya.
Laba Bersih Semester I 2026 Capai Rp3,23 Triliun
Capaian tiga penghargaan tersebut melengkapi kinerja keuangan PTPN IV PalmCo pada semester pertama tahun 2026.
Hingga akhir Juni 2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp3,23 triliun. Capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan kinerja profitabilitas perusahaan di tengah dinamika dan tantangan industri perkebunan.
Meski demikian, Jatmiko menegaskan bahwa manajemen tidak ingin berpuas diri. Perubahan kondisi pasar global serta berbagai tantangan operasional di sektor perkebunan dinilai menuntut perusahaan untuk terus melakukan evaluasi dan beradaptasi.
“Kami akan terus melakukan evaluasi, mendorong inovasi, dan memperkuat kolaborasi agar perusahaan tetap mampu memberikan kontribusi terhadap target One Purpose PTPN Group, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan pengembangan hilirisasi nasional,” ujarnya.
Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen melanjutkan penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program strategis, serta menjaga efisiensi operasional sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan.(Red)*
Komentar