Seputar Publik / Berita

Gubernur Lemhannas Ajak Pers Kawal Indonesia Emas 2045: Kritis, Independen, dan Berintegritas

Dalam Rakernas Forum Wartawan Kebangsaan 2026, Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya jurnalisme kebangsaan untuk menjaga kualitas informasi, memperkuat persatuan, dan mengawal demokrasi di tengah persaingan narasi global.
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengajak insan pers membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis, independen, berani, dan profesional untuk mengawal demokrasi serta perjalanan Indonesia menuju 2045. Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengajak insan pers membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis, independen, berani, dan profesional untuk mengawal demokrasi serta perjalanan Indonesia menuju 2045.

“Poin utamanya adalah bagaimana pers menjadi kekuatan strategis yang menjaga kualitas informasi, memperkuat persatuan, mengawal demokrasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memastikan bahwa transformasi nasional berlangsung dengan tetap berakar pada kepentingan nasional,” jelas Ace.

Kritis terhadap kebijakan, tetap menjaga persatuan

Ace menegaskan, jurnalisme kebangsaan bukan berarti menghilangkan sikap kritis pers terhadap kebijakan publik. Sebaliknya, pers tetap harus menjalankan fungsi kontrol secara independen, dengan berpegang pada fakta, etika jurnalistik, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Dalam pandangannya, pers harus mampu mengkritik kebijakan tanpa merusak persatuan, mengungkap dugaan penyimpangan tanpa menghakimi pihak tertentu tanpa dasar, serta menyampaikan perbedaan tanpa memperbesar permusuhan.

Pers, menurut Ace, perlu menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami persoalan secara jernih, bukan menjadikan konflik sebagai komoditas pemberitaan.

“Mari kita jadikan pers sebagai mata bangsa yang jernih, telinga bangsa yang peka, suara bangsa yang bermartabat, dan nurani bangsa yang berintegritas,” ucapnya.

Tulis Komentar

Komentar