Ia menyebut pernah dekat dengan sejumlah Kapolri terdahulu, antara lain Sutanto dan Adang Daradjatun, serta menyebut Nur Fauzi yang disebutnya memiliki hubungan keluarga dengan Kapolri Suyudi Ario Seto.
Jusuf Rizal juga mengklaim pernah mengungkap persoalan terkait pengadaan Alat Komunikasi (Alkom) dan Jaringan Komunikasi (Jarkom) di lingkungan Polri pada 2007 dengan nilai yang disebut mencapai lebih dari Rp770 miliar.
Selain itu, ia mengaku pernah menyoroti isu yang dikenal sebagai “rekening gendut” sejumlah perwira tinggi Polri serta isu serupa yang berkaitan dengan Banggar DPR RI.
Jusuf Rizal mengatakan berbagai aktivitas tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai aktivis antikorupsi.
Madas Nusantara berharap dukungan dan kritik konstruktif tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong institusi Polri semakin profesional, transparan, responsif dan dipercaya masyarakat.
*Penulis; Redaksi
Komentar