Anton menyampaikan bahwa persatuan masyarakat Sunda tidak cukup hanya bertumpu pada kesamaan asal-usul dan identitas budaya. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang bersedia mengambil peran sebagai penggerak, menyatukan potensi, dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga warisan leluhur.
“Teu mungkin urang Sunda ngahiji, teu mungkin urang Sunda sabengket lamun henteu aya oray-orayan. Moal aya oray-orayan lamun teu aya lokomotifna. Ku kituna, mudah-mudahan di dieu aya nu siap janten lokomotifna pikeun urang Sunda,” ungkap Anton Charliyan.
Filosofi tersebut menggambarkan bahwa persatuan membutuhkan kebersamaan sekaligus kepemimpinan yang mampu mengarahkan langkah menuju tujuan bersama.
Anton berharap hadirnya para pupuhu, pengurus adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dapat menjadi kekuatan untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya Sunda. Menurut pesan yang disampaikannya, pelestarian adat tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Komentar