Ia juga menilai format cerdas cermat tidak hanya menekankan aspek kompetisi, tetapi turut membuka ruang bagi kolaborasi antarpeserta.
“Cerdas cermat ini juga sebuah pembelajaran yang menggembirakan. Anak-anak selain membutuhkan kolaborasi, dan kalau saya lihat cara lombanya ini ada kolaborasinya, bukan hanya kompetisi,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Bhumi Visatanda TMII, Ratri Paramita, mengatakan TMII mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang edukasi bagi anak-anak.
Menurut Ratri, konsep cerdas cermat dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus kompetisi yang menarik bagi siswa.
Belajar Satwa hingga Konservasi
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara merupakan bagian dari pendekatan Zoo Skolastik yang dikembangkan JSN. Konsep tersebut menempatkan lembaga konservasi sebagai ruang pembelajaran yang terhubung dengan dunia pendidikan.
Melalui program ini, materi yang dipelajari siswa di kelas dipertemukan dengan konteks kehidupan satwa, ekosistem, keanekaragaman hayati, serta upaya pelestariannya.
Komentar