Kondisi tersebut, kata dia, membuat peran wartawan semakin penting. Jurnalis tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan verifikasi dan memahami konteks sebuah informasi.
«“Di tengah banjir informasi, wartawan harus menjadi penyaring. Masyarakat membutuhkan informasi yang sudah diverifikasi, bukan sekadar informasi yang paling cepat beredar,” katanya.»
Ia juga mengingatkan pentingnya keamanan digital bagi insan pers. Jurnalis yang bekerja di ruang digital menghadapi berbagai risiko, mulai dari peretasan akun, pencurian data, doxing hingga serangan digital yang dapat mengancam keselamatan dan kebebasan kerja jurnalistik.
Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan dalam memahami keamanan siber dinilai menjadi bagian penting dalam perkembangan jurnalisme modern.
Regulasi AI Harus Sejalan dengan Kebebasan Pers
Di sisi lain, Syahrul menilai regulasi mengenai AI dan ruang digital perlu dibangun secara hati-hati. Aturan dibutuhkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, tetapi jangan sampai justru membatasi kebebasan pers maupun kebebasan memperoleh informasi.
Komentar