Menurut pria yang akrab disapa Pak Cik tersebut, program pemberdayaan ekonomi diharapkan tidak hanya membantu peserta membangun usaha sendiri, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran AMB tidak hanya bermanfaat bagi mantan jurnalis dan jurnalis untuk bisa mandiri secara ekonomi, tetapi juga bisa membuka pemerataan akses ekonomi secara luas kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia menyebutkan, AMB selama ini memperoleh dukungan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan insan pers.
Dukungan terhadap program semacam ini diharapkan dapat memperluas akses pelatihan keterampilan dan mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor pertanian, termasuk peternakan ayam petelur.
Peserta Berencana Merintis Peternakan Bersama
Antusiasme terhadap program tersebut disampaikan Iskandar, peserta asal Cilegon, Banten. Mantan jurnalis televisi swasta yang telah berkarier lebih dari 18 tahun itu menilai pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari bidang usaha baru.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk merintis peternakan ayam petelur bersama rekan-rekannya.
“Saya ingin belajar lebih dalam soal beternak ayam petelur. Jika sudah dapat ilmunya dan mampu, saya berencana mendirikan peternakan ayam petelur dengan teman,” kata Iskandar.
Baginya, pelatihan ini bukan sekadar kesempatan menambah keterampilan, melainkan juga langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia jurnalistik.
Melalui kolaborasi Polbangtan Bogor, BBPKH Cinagara, dan Yayasan AMB, bimtek ini diharapkan dapat melahirkan calon wirausaha baru di sektor peternakan. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha sesuai kemampuan, kebutuhan, dan potensi daerah masing-masing.
Pada saat yang sama, pengalaman mengikuti pelatihan diharapkan memperkaya perspektif insan pers dalam mengangkat isu pertanian dan peternakan. Dengan demikian, kontribusi jurnalis tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga melalui pengembangan kegiatan ekonomi produktif di masyarakat.(*/Hel)
Komentar